Pertengahan tahun 2009,
ada sebuah pertandingan menarik yang mempertemukan duo wakil eropa di ajang
semifinal liga champions . Barcelona (Spain), Chelsea Fc (England).
Pertandingan itu pecah pada menit 11” oleh gol spektakuler Essien, umpan Lampard langsung disambutnya dengan hantaman
bola first time yang indah, Namun itu cuma sementara. Karena pada akhirnya,
petaka hadir di injury time babak kedua, Andreas Iniesta berhasil membuat
publik Stamford Bridge terdiam membisu dengan sepakan mengarah yang menghujam tepat
sebelah pojok kiri atas gawang Petr Cech.
Barcelona pun lolos ke
babak final bertemu wakil inggris lainnya Manchester United dan keluar sebagai
kampiun eropa kala itu.
Namun momen menariknya
bukan disitu, tapi di kala laga semifinal kontra Chelsea, Barca sedikit
banyaknya di untungkan oleh keputusan wasit. Karena tercatat ada 6 klaim
penalti dari kubu The Blues namun tak satu pun di gubris sang pengadil, Barca
pun ikut merasa dirugikan karena Abidal seharusnya tak mendapat kartu merah,
karena Anelka hanya tersangkut kaki nya sendiri tanpa kontak fisik dengan
Abidal.
Tapi tetaplah yang paling
merugi dalam hal ini adalah kubu The Blues, betapa krusialnya sebuah gol dalam
laga itu membuat mereka terpukul atas banyaknya kekeliruan yang terjadi di
lapangan.
Publik sepakbola pun
banyak yang menghujat momen krusial itu, bahkan setelah Barcelona juara pun
slogan “ Barca pantas Juara, namun tak layak masuk final “ terus menjadi
trending topic bagi kalangan pecinta sepakbola di berbagai jejaring sosial.
Momen itu memang penuh
dengan kontroversi, Namun itulah sepakbola, kontroversi adalah bagian yang tak
dapat dipisahkan, kontroversi adalah bentuk keseksian sepakbola modern yang
semakin edan belakangan ini.
Lupakan kasus tahun 2009,
saatnya kita bicarakan tragedi parkir bus yang menimpa klub yang sama, namun di
tahun yang berbeda.
Tragedi ini terjadi tahun
2012, kala itu Chelsea berhasil menjuarai Champions League untuk pertama
kalinya sepanjang sejarah klub.
Di fase semifinal Chelsea kembali
bertemu Barca, saya pikir untuk membangkitkan semangat pemain The Blues sebelum
melakoni partai krusial ini, manajemen tinggal putar saja video tahun 2009,
tanpa perlu banyak penjelasan pemain secara spontan langsung merespon itu
dengan persiapan yang matang dan mendetil agar pertandingan esok benar-benar
menjadi milik mereka.
First leg, Chelsea
berhasil unggul lewat sepakan terarah Didier Drogba memanfaatkan assist Ramires
yang berlari kencang menyusur sayap kiri sebelum mengirim umpan. Keunggulan ini
bertahan hingga akhir laga, meskipun rasanya Chelsea seperti bukan bermain di
kandang, karena ball posession sangat lah
timpang, karena maklum lawan yang mereka hadapi sangat unggul dalam ball
posession, namun kemenangan ini cukup mempermudah langkah tim besutan Roberto
Di Matteo selanjutnya, meski mereka harus melewati 90 menit kedua di Camp Nou.
Jreng ... leg kedua pun di
helat , seperti biasa. The Blues tetap memakai skema bertahan dengan
mengandalkan duet cahill dan terry di jantung pertahanan, dibantu pemain lain
yang ikut turun ke belakang.
Berharap tuan rumah tak
mencetak gol pada laga ini, Sergio Busquest menjawab kekeliruan itu dengan
sontekan mendatar hasil tiki-taka, skor berubah 1-0 untuk Barcelona. Tak cukup
dengan 1 gol , Barca menambah gol lagi lewat kaki Andreas Iniesta memanfaatkan
assist Messi. Seketika skor berubah menjadi 2-0 untuk tuan rumah.
Belum cukup sampai disitu,
pendukung The Blues di buat panik, dengan cedera hamstring yang di alami Gary
Cahill dan dengan di kartu merahnya sang kapten John Terry karena melakukan
sedikit manuver liar terhadap Alexis Sanchez.
Namun kepanikan itu
sedikit mereda ketika ramires mencetak gol di menit-menit akhir babak pertama,
memanfaatkan assist Lampard . ramires dengan mudah me-lob bola melewati
jangkauag Victor Valdes. Skor 2-1 bertahan sampai turun minum.
Babak kedua juga demikian,
Barca seperti biasa memainkan bola di daerah pertahanan The Blues. Namun karena
padatnya lini pertahanan The Blues. bola aliran xaviesta sedikit tersendat dan
hanya berputar-putar saja di depan area kotak penalti Chelsea.
Namun serapat-rapatnya
sebuah barisan pasti ada celahnya juga. Momen itu terjadi ketika fabregas
menusuk dari sektor sayap , berniat ingin mengirim umpan kepada rekannya yang
berada pada posisi yang strategis, fabregas dijatuhkan di kotak terlarang oleh
Didier Drogba. yang pada saat itu Drogba ikut membantu pertahanan Chelsea.
Well, Barcelona mendapat
hadiah penalti !! namun na’as sang eksekutor Messi tak mampu melakukan tugasnya
dengan baik, tendangan penalti nya menerpa mistar gawang Petr Cech. Selamatlah
Chelsea kala itu.
Tensi semakin memanas kala
Fabregas terlibat adu mulut dengan Frank Lampard , perkelahian tak terelakan,
namun kejadian itu mampu di atasi dengan baik lewat bantuan rekan-rekan tim
yang lain yang ikut melerai.
Pertandingan terus
berlanjut . Barca tetap stay on
menguasai bola, tanpa sedikit pun memberikan keleluasaan pada pasukan
biru untuk mengambil alih permainan. Permainan pun terasa membosankan, karena jual
beli serangan tak terjadi di laga ini, namun detik demi detik, menit demi
menit. penonton masih setia menunggu, dan harap2 cemas menanti kabar siapa tim
yang akan melaju ke babak final ?
Tak terasa waktu
menghantarkan pada janjinya untuk menunjukan sebuah kejutan untuk pecinta
sepakbola di seluruh dunia.
Bom waktu membuat para
pemain Barca kian frustasi dan melancarkan berbagai serangan dari berbagai arah
untuk membuat minimal satu gol tambahan demi memuluskan langkah mereka ke babak
selanjutnya.
Serangan terus di
lancarkan, namun jelang menit akhir
babak kedua. EL NINO Torres membuat publik
Nou Camp membisu . di awali dari halauan bola Jose Bosingwa, Torres dengan
cerdik mencari posisi ideal untuk menyambut umpan itu, yang kebetulan satu
jurusan dengan pergerakannya kedepan.
Bola jatuh tepat di tengah
lapangan, tak ada siapa-siapa disana !! kecuali Torres sendirian menggiring
bola menuju gawang Victor Valdes yang tampak gugup kala itu, dengan sedikit
goyangan khas dan gocekan kaki kanannya Torres mampu melewati Valdes.
Dan mimpi buruk itu
menjadi kenyataan. GOOLLLL !! Un Believeble Un Believeble Un Believeble. Begitu
ucapan komentator menyaksikan aksi brilian Fernando Torres.
Tak berselang lama dari
gol Torres . wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir.
Punggawa The Blues langsung berhamburan ke tengah lapangan merayakan
kesuksesannya menyingkirkan juara bertahan di hadapan publiknya sendiri.
Pemandangan lain terlihat,
kala Camp Nou banjir air mata. Isak tangis pun juga menyeruak ke seluruh
penjuru kota catalan kala tim kebanggaan mereka tersingkir lewat pertandingan yang
dramatis.
Skor akhir di Camp Nou 2-2
. Agregat 3-2 . Chelsea lolos ke final kemudian menjadi juara untuk pertama
kalinya sepanjang sejarah klub setelah mengalahkan Bayern Munich ddi Allianz
Arena.
Setelah pertandingan ini
saya menyimpulkan, bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini. sebaik-baik tim
pasti akan mengalami yang namanya kekalahan ! itu pasti.
Publik catalan boleh saja
menghujat cara bermain Chelsea yang menerapkan strategi negatif football dengan
menumpuk semua pemainnya di depan gawang atau yang kita kenal dengan istilah
“Parkir Bus”.
Tapi mesti diketahui juga
“Parkir Bus” itu gak sepampang yang kita kira !! jika lahan parkirannya luas
mungkin bisa-bisa saja, nah jika lahan parkirannya sempit . mau gmana cara
parkirnya ??
Sama hal nya dengan
Chelsea. Parkir bus lebih kepada sebuah kondisi yang menuntut mereka untuk
tetap survive hingga akhir laga. Ketika mereka harus bermain tanpa bek tengah
di babak kedua dan bermain dengan 10 orang mereka harus berfikir bagaimana cara
untuk tidak lagi kebobolan dan memanfaatkan sekecil apapun peluang untuk dikonversikan
menjadi gol.
Apalagi lawannya si raja tiki-taka
yang notabene penguasaan bola-nya selalu di unggulkan dari tim manapun yang
mereka hadapi.
Jadi wajar saja, bila
Roberto Di Matteo menerapkan strategi Parkir Bus dan Counter Attack untuk
meredam agresivitas lini depan El Barca.
Seperti kata di atas
Parkir Bus itu memang gak gampang, butuh kedisiplinan, konsentrasi, fokus,
determinasi, team work yang solid , karena kesalahan sekecil apapun dapat
berakibat fatal bagi tim yang bermain dengan cara seperti ini.
Tapi bukan kali ini saja
Barca kalah dengan strategi Parkir Bus, tahun 2011 mereka kalah oleh
Internazionale dengan cara yang hampir persis. Inter bermain dengan 10 pemain
karena Thiago Motta dikartu merah wasit akibat aksi teatrikal yang diperagakan
oleh Sergio Busquest yang kini terkenal dengan aksi “Ciluk Ba” nya.
yang memaksa I nerazzuri
bermain bertahan di sisa waktu yang ada, dan mereka pun lolos ke final dan
menjadi kampiun eropa kala itu setelah menundukan Bayern Munich di partai
puncak.
Menurut saya, jelas
Barcelona melakukan kesalahan yang sama ! anda pun bisa menilai hal itu.
Ada satu hal yang mereka
lupa, yakni bagaimana cara menyingkirkan bus dari depan gawang !! bukan kah bila bus itu bergeser posisi,
peluang tercipta gol menjadi lebih terbuka. tapi biarlah, mungkin itu cara
bermain mereka, dan mereka akan selalu seperti itu selama ia mau.
Well singkat cerita,
kesalahan kedua Barca berhasil dimanfaatkan Chelsea dengan Parkir Bus nya. dan
momen dramatis yang terjadi tahun 2009 kembali terjadi di tahun 2012, namun
dengan korban yang tak lagi sama.
Itulah sepakbola, segala
sesuatu dapat terjadi ! setiap peristiwa yang terjadi memberikan sebuah clu
yang dapat membantu pelakunya untuk memecahkan misteri berikutnya. Begitu pun seterusnya.
I love this game
Tidak ada komentar:
Posting Komentar