Kamis, 10 Oktober 2013

MEMORI PARKIR BUS DAN KESALAHAN KEDUA BARCA


Pertengahan tahun 2009, ada sebuah pertandingan menarik yang mempertemukan duo wakil eropa di ajang semifinal liga champions . Barcelona (Spain), Chelsea Fc (England). Pertandingan itu pecah pada menit 11” oleh gol spektakuler Essien,  umpan  Lampard langsung disambutnya dengan hantaman bola first time yang indah, Namun itu cuma sementara. Karena pada akhirnya, petaka hadir di injury time babak kedua, Andreas Iniesta berhasil membuat publik Stamford Bridge terdiam membisu dengan sepakan mengarah yang menghujam tepat sebelah pojok kiri atas gawang Petr Cech.


Barcelona pun lolos ke babak final bertemu wakil inggris lainnya Manchester United dan keluar sebagai kampiun eropa kala itu.


Namun momen menariknya bukan disitu, tapi di kala laga semifinal kontra Chelsea, Barca sedikit banyaknya di untungkan oleh keputusan wasit. Karena tercatat ada 6 klaim penalti dari kubu The Blues namun tak satu pun di gubris sang pengadil, Barca pun ikut merasa dirugikan karena Abidal seharusnya tak mendapat kartu merah, karena Anelka hanya tersangkut kaki nya sendiri tanpa kontak fisik dengan Abidal.

Tapi tetaplah yang paling merugi dalam hal ini adalah kubu The Blues, betapa krusialnya sebuah gol dalam laga itu membuat mereka terpukul atas banyaknya kekeliruan yang terjadi di lapangan.

Publik sepakbola pun banyak yang menghujat momen krusial itu, bahkan setelah Barcelona juara pun slogan “ Barca pantas Juara, namun tak layak masuk final “ terus menjadi trending topic bagi kalangan pecinta sepakbola di berbagai jejaring sosial.

Momen itu memang penuh dengan kontroversi, Namun itulah sepakbola, kontroversi adalah bagian yang tak dapat dipisahkan, kontroversi adalah bentuk keseksian sepakbola modern yang semakin edan belakangan ini.

Lupakan kasus tahun 2009, saatnya kita bicarakan tragedi parkir bus yang menimpa klub yang sama, namun di tahun yang berbeda.

Tragedi ini terjadi tahun 2012, kala itu Chelsea berhasil menjuarai Champions League untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub.

Di fase semifinal Chelsea kembali bertemu Barca, saya pikir untuk membangkitkan semangat pemain The Blues sebelum melakoni partai krusial ini, manajemen tinggal putar saja video tahun 2009, tanpa perlu banyak penjelasan pemain secara spontan langsung merespon itu dengan persiapan yang matang dan mendetil agar pertandingan esok benar-benar menjadi milik mereka.

First leg, Chelsea berhasil unggul lewat sepakan terarah Didier Drogba memanfaatkan assist Ramires yang berlari kencang menyusur sayap kiri sebelum mengirim umpan. Keunggulan ini bertahan hingga akhir laga, meskipun rasanya Chelsea seperti bukan bermain di kandang, karena  ball posession sangat lah timpang, karena maklum lawan yang mereka hadapi sangat unggul dalam ball posession, namun kemenangan ini cukup mempermudah langkah tim besutan Roberto Di Matteo selanjutnya, meski mereka harus melewati 90 menit kedua di Camp Nou.

Jreng ... leg kedua pun di helat , seperti biasa. The Blues tetap memakai skema bertahan dengan mengandalkan duet cahill dan terry di jantung pertahanan, dibantu pemain lain yang ikut turun ke belakang.

Berharap tuan rumah tak mencetak gol pada laga ini, Sergio Busquest menjawab kekeliruan itu dengan sontekan mendatar hasil tiki-taka, skor berubah 1-0 untuk Barcelona. Tak cukup dengan 1 gol , Barca menambah gol lagi lewat kaki Andreas Iniesta memanfaatkan assist Messi. Seketika skor berubah menjadi 2-0 untuk tuan rumah.

Belum cukup sampai disitu, pendukung The Blues di buat panik, dengan cedera hamstring yang di alami Gary Cahill dan dengan di kartu merahnya sang kapten John Terry karena melakukan sedikit manuver liar terhadap Alexis Sanchez.

Namun kepanikan itu sedikit mereda ketika ramires mencetak gol di menit-menit akhir babak pertama, memanfaatkan assist Lampard . ramires dengan mudah me-lob bola melewati jangkauag Victor Valdes. Skor 2-1 bertahan sampai turun minum.

Babak kedua juga demikian, Barca seperti biasa memainkan bola di daerah pertahanan The Blues. Namun karena padatnya lini pertahanan The Blues. bola aliran xaviesta sedikit tersendat dan hanya berputar-putar saja di depan area kotak penalti Chelsea.

Namun serapat-rapatnya sebuah barisan pasti ada celahnya juga. Momen itu terjadi ketika fabregas menusuk dari sektor sayap , berniat ingin mengirim umpan kepada rekannya yang berada pada posisi yang strategis, fabregas dijatuhkan di kotak terlarang oleh Didier Drogba. yang pada saat itu Drogba ikut membantu pertahanan Chelsea.

Well, Barcelona mendapat hadiah penalti !! namun na’as sang eksekutor Messi tak mampu melakukan tugasnya dengan baik, tendangan penalti nya menerpa mistar gawang Petr Cech. Selamatlah Chelsea kala itu.

Tensi semakin memanas kala Fabregas terlibat adu mulut dengan Frank Lampard , perkelahian tak terelakan, namun kejadian itu mampu di atasi dengan baik lewat bantuan rekan-rekan tim yang lain yang ikut melerai.

Pertandingan terus berlanjut . Barca tetap stay on  menguasai bola, tanpa sedikit pun memberikan keleluasaan pada pasukan biru untuk mengambil alih permainan. Permainan pun terasa membosankan, karena jual beli serangan tak terjadi di laga ini, namun detik demi detik, menit demi menit. penonton masih setia menunggu, dan harap2 cemas menanti kabar siapa tim yang akan melaju ke babak final ?

Tak terasa waktu menghantarkan pada janjinya untuk menunjukan sebuah kejutan untuk pecinta sepakbola di seluruh dunia.

Bom waktu membuat para pemain Barca kian frustasi dan melancarkan berbagai serangan dari berbagai arah untuk membuat minimal satu gol tambahan demi memuluskan langkah mereka ke babak selanjutnya.

Serangan terus di lancarkan, namun  jelang menit akhir babak kedua. EL NINO Torres  membuat publik Nou Camp membisu . di awali dari halauan bola Jose Bosingwa, Torres dengan cerdik mencari posisi ideal untuk menyambut umpan itu, yang kebetulan satu jurusan dengan pergerakannya kedepan.

Bola jatuh tepat di tengah lapangan, tak ada siapa-siapa disana !! kecuali Torres sendirian menggiring bola menuju gawang Victor Valdes yang tampak gugup kala itu, dengan sedikit goyangan khas dan gocekan kaki kanannya Torres mampu melewati Valdes.

Dan mimpi buruk itu menjadi kenyataan. GOOLLLL !! Un Believeble Un Believeble Un Believeble. Begitu ucapan komentator menyaksikan aksi brilian Fernando Torres.

Tak berselang lama dari gol Torres . wasit meniupkan peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Punggawa The Blues langsung berhamburan ke tengah lapangan merayakan kesuksesannya menyingkirkan juara bertahan di hadapan publiknya sendiri.

Pemandangan lain terlihat, kala Camp Nou banjir air mata. Isak tangis pun juga menyeruak ke seluruh penjuru kota catalan kala tim kebanggaan mereka tersingkir lewat pertandingan yang dramatis.

Skor akhir di Camp Nou 2-2 . Agregat 3-2 . Chelsea lolos ke final kemudian menjadi juara untuk pertama kalinya sepanjang sejarah klub setelah mengalahkan Bayern Munich ddi Allianz Arena.

Setelah pertandingan ini saya menyimpulkan, bahwa tak ada yang sempurna di dunia ini. sebaik-baik tim pasti akan mengalami yang namanya kekalahan ! itu pasti.

Publik catalan boleh saja menghujat cara bermain Chelsea yang menerapkan strategi negatif football dengan menumpuk semua pemainnya di depan gawang atau yang kita kenal dengan istilah “Parkir Bus”.

Tapi mesti diketahui juga “Parkir Bus” itu gak sepampang yang kita kira !! jika lahan parkirannya luas mungkin bisa-bisa saja, nah jika lahan parkirannya sempit . mau gmana cara parkirnya ??

Sama hal nya dengan Chelsea. Parkir bus lebih kepada sebuah kondisi yang menuntut mereka untuk tetap survive hingga akhir laga. Ketika mereka harus bermain tanpa bek tengah di babak kedua dan bermain dengan 10 orang mereka harus berfikir bagaimana cara untuk tidak lagi kebobolan dan memanfaatkan sekecil apapun peluang untuk dikonversikan menjadi gol.

Apalagi lawannya si raja tiki-taka yang notabene penguasaan bola-nya selalu di unggulkan dari tim manapun yang mereka hadapi.

Jadi wajar saja, bila Roberto Di Matteo menerapkan strategi Parkir Bus dan Counter Attack untuk meredam agresivitas lini depan El Barca.

Seperti kata di atas Parkir Bus itu memang gak gampang, butuh kedisiplinan, konsentrasi, fokus, determinasi, team work yang solid , karena kesalahan sekecil apapun dapat berakibat fatal bagi tim yang bermain dengan cara seperti ini.

Tapi bukan kali ini saja Barca kalah dengan strategi Parkir Bus, tahun 2011 mereka kalah oleh Internazionale dengan cara yang hampir persis. Inter bermain dengan 10 pemain karena Thiago Motta dikartu merah wasit akibat aksi teatrikal yang diperagakan oleh Sergio Busquest yang kini terkenal dengan aksi “Ciluk Ba” nya.

yang memaksa I nerazzuri bermain bertahan di sisa waktu yang ada, dan mereka pun lolos ke final dan menjadi kampiun eropa kala itu setelah menundukan Bayern Munich di partai puncak. 

Menurut saya, jelas Barcelona melakukan kesalahan yang sama ! anda pun bisa menilai hal itu.

Ada satu hal yang mereka lupa, yakni bagaimana cara menyingkirkan bus dari depan gawang !!  bukan kah bila bus itu bergeser posisi, peluang tercipta gol menjadi lebih terbuka. tapi biarlah, mungkin itu cara bermain mereka, dan mereka akan selalu seperti itu selama ia mau.

Well singkat cerita, kesalahan kedua Barca berhasil dimanfaatkan Chelsea dengan Parkir Bus nya. dan momen dramatis yang terjadi tahun 2009 kembali terjadi di tahun 2012, namun dengan korban yang tak lagi sama.

Itulah sepakbola, segala sesuatu dapat terjadi ! setiap peristiwa yang terjadi memberikan sebuah clu yang dapat membantu pelakunya untuk memecahkan misteri berikutnya. Begitu pun seterusnya. I love this game
 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar