.jpg)
Namun
semua itu akan menjadi luar biasa apabila setiap pertandingan menjadi sulit
diprediksi. Bukan hanya laga Big Match namun di laga-laga biasa seperti kata
andalan komentator mah seperti laga DAVID vs GOLIATH, masih saja ada hasil yang
unpredictable.
Kalo
kata alasan orang bijak bilang mah “karena BOLA itu bundar”, kalimat yang seharusnya
tak mesti diucapkan karena kita juga semua tau kalo bola itu bundar, namun
dibalik kata itu tersirat makna yang dalam tentang arti sepakbola yang
sesungguhnya.
Bukan
hanya didunia nyata, tapi perputaran hidup atau rules of life layaknya sebuah
bola yang selalu berputar juga berlaku dalam dunia sepakbola. Jadi yang diatas
gak boleh sombong, yang dibawah juga gak boleh putus asa, semuanya sudah dapat
giliran masing-masing, dan sebaik-baik tim adalah yang siap menerima dua
kemungkinan itu.
Maaf
kalo kata pengantarnya terlalu banyak, maklum yang nulis biasa buat makalah.
Hhe J
To
The Poin aja, yang saya maksud diatas adalah tentang serunya kompetisi di
Premier League. Kenapa harus Premier League ??
Karena
menurut saya Premier League memiliki daya tarik tersendiri dibanding liga-liga
lain di Eropa dan tentu saja nilai Value nya lebih tinggi dari yang lain, namun
bukan berarti saya merendahkan liga lain, sama sekali tidak, namun untuk
sekarang memang kita harus akui bersama kalo Premier League lah yang terbaik
untuk urusan liga.
Buktinya
nonton aja kita harus pake tv berbayar atau gak streamingan, berarti rating
premier league sekarang lagi bagus-bagusnya, dan tentunya tarif hak siarnya pun
lebih mahal dari liga-liga yang lain.
Terlepas
dari semua itu, memang ada catatan-catatan menarik akhir-akhir ini tentang
Premier League, yang tentu saja catatan ini tak terjadi tahun ini saja, namun
ditahun sebelumya pun hal serupa sering terjadi dan menghantui tim-tim elit.
Seperti
contoh kasus yang dialami oleh tim sehebat Manchester City yang tanpa disangka
bisa dikalahkan tim sekelas Cardiff yang notabenenya tim promosi, begitu juga
minggu lalu catatan impresif Liverpool di 3 laga awal tak membuat Southampton
gentar, bahkan Paul Lambert dkk bisa menundukan The Anfield Gank di hadapan
pendukungnya sendiri dengan skor tipis 0-1.
Arsenal
juga demikian, tim ini mengawali musim dengan start buruk kala diremukan Aston
Villa di Emirates Stadium. Chelsea juga kalah tipis oleh Everton, MU pun
demikian. Berarti semua tim elit di Premier League sudah pernah merasakan
kekalahan di awal musim ini.
Memang
bukan perkara mudah bagi semua tim yang bertarung dikompetisi ini. Apalagi
sekarang istilah Big Four sudah tak lagi berlaku, karena semua tim memiliki
kesempatan yang sama untuk mengisi posisi tersebut.
Revolusi
Chelsea tahun 2002 Era Abramovich berhasil ditiru oleh The Citizen dengan
armada megah milik Sheikh Mansour, begitu pula dengan Regenerasi MU dan Arsenal
yang perlahan mulai ditiru oleh sebagian kontestan Premier League lainnya.
Jangan
lupa pula dengan kebangkitan Liverpool, Tottenham dan Everton dengan armada
barunya musim ini, yang tentunya membuat musim ini semakin menarik dan
kompetitif.
Bahkan
Djoko Driyono selaku ketua umum PT.Liga Indonesia memiliki mimpi agar suatu
saat kelak Liga di Indonesia dapat seperti Premier League yang memiliki kelas
tersendiri, lebih kompetitif dan memiliki nilai value yang tinggi.
Kita semua para pecinta sepakbola tanah air tentunya sangat menyambut positif wacana tersebut. Karena siapa sih yang gak mau liat persepakbolaan indonesia berkembang dan maju layaknya BPL ??
Pertanyaannya
sekarang adalah !! Kapan itu semua dapat terwujud ?? melihat kondisi sepakbola
kita sekarang yang seperti ini (masih berantakan). Mimpi pak Djoko Driyono bagaikan
sebuah lelucon, penerawangannya bisa dikatakan kelewatan atau menembus batas.
dibutuhkan alat semacam lorong waktu untuk menebak pertanyaan itu.
Mesin
itu harus diputar setidaknya ½ abad lebih cepat dari saat ini, dan disana kita
dapat melihat klub-klub di tanah air memiliki stadion-stadion yang megah
seperti New Wembley, dapat kita lihat juga ada sepasang kakek nenek yang sedang
berjalan menuju Stadion dengan senyum sumringahnya melihat tim kebanggaannya
berlaga tanpa takut adanya lemparan batu, petasan dan lain sebagainya.
Dapat
dilihat pula para supporter yang semakin dewasa dan kreatif, permainan yang
berkelas dari para aktor lapangan hijau dan liga yang semakin kompetitif dan
maju. Mungkin itulah gambaran dalam lorong waktu itu.
Tapi
sayang itu hanya sebatas angan-angan dan hanya ada dalam ilusi saya. Karena
pada kenyataannya tak semudah seperti yang dibayangkan.
Terlebih
meniru Premier League bukanlah perkara mudah, perlu komitmen dan dukungan dari
berbagai elemen. Gaji pemain yang menunggak, stadion yang jauh dari standar
FIFA, kerusuhan suporter yang semakin menjadi-jadi, ditambah lagi kisruh
internal pengurus PSSI yang belum sepenuhnya tuntas. dan masih banyak lagi.
Merupakan
potret buram persepakbolaan tanah air saat ini, yang harus segera di ubah oleh
pihak yang terlibat didalamnya, termasuk kita yang masuk dalam kategori
pendukung.
Sejenak
kita boleh berbangga atas pencapaian junior kita diajang AFF under 19, namun
itu semua belumlah usai, the real Timnas senior kita belum mendapat apa-apa di
ajang ini. Padahal Indonesia sudah 4 kali masuk Final. IRONIS.
Semoga
apa yang didapat Evan Dimas dkk tempo hari yang lalu dapat melecut semangat
pasukan Garuda lainnya, baik di level Junior maupun Senior agar dapat kembali
mengharumkan nama bangsa, dilevel asia bahkan dunia.
Dengan
semangat dan tekad yang kuat saya yakin mimpi pak Djoko Driyono suatu saat
pasti dapat terwujud, entah itu terwujud ketika ia masih hidup atau sudah
wafat, yang terpenting adalah usaha nya saat ini dalam memajukan liga di indonesia
patut di berikan apresiasi.
Walau
Timnas senior masih labil kemenangan dan prestasi, yang penting jangan sampai
dikudeta malaysia lagi. Karena akan menghancurkan harmonisasi yang telah ada.
Hhe J vicky quote copyright.
Sebagai
penutup, saya kembali mengingatkan kepada anda semua pecinta sepakbola tanah
air. Jangan berhenti bermimpi, teruslah bermimpi sampai mimpi itu menjadi
nyata. Jangan sampai nyata di alam mimpi, tapi tak nyata di alam nyata, yang
terpenting adalah kenyataan di alam mimpi harus menjadi nyata pula di alam
nyata.
Good
Luck untuk pak DJOKO teruskan lagi mimpi nya pak. maju terus Sepakbola tanah
air. BRAVO TIMNAS . salam esceteve (khas JEREMY TETY ) hhe J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar