Dalam kamus besar Bahasa
Indonesia Evolusi berarti proses
perubahan secara berangsur-angsur (bertingkat) dimana sesuatu berubah menjadi
bentuk lain (yang biasanya) menjadi lebih kompleks/ rumit ataupun berubah
menjadi bentuk yang lebih baik.
![]() |
Mourinho dan Juan Mata |
Evolusi merupakan efek rindu antara
Chelsea dan Mourinho yang saat ini sedang berlangsung. Kesamaan visi membuat
mereka saling padu mengisi satu sama lain, Mourinho cinta Chelsea, Chelsea
cinta Mourinho, sebuah hubungan atau ikatan yang sulit terpisahkan.
Meski keduanya sempat berpisah dan
saling menjalin hubungan dengan lain pihak, toh mereka kini dipertemukan
kembali. Apakah mereka jodoh ? bisa jadi.
Dipertemuan keduanya kali ini bersama
Chelsea. Mourinho tak mau ambil pusing dengan pemberitaan media terkait
kebiasaan Chelsea yang sering gonta-ganti nahkoda klub. Mourinho kali ini
menegaskan kesetiaannya bersama The Blues dan meyakinkan fans bahwa ia akan
menetap di London dalam jangka waktu yang lama.
Abramovic pun selaku pemilik klub telah
memberikan garansi kepada Mourinho dan telah memberikan hak penuh kepada The Happy
One untuk mengatur secara penuh aktifitas transfer pemain The Blues kedepannya.
Dengan kebebasan inilah, Mourinho kini
dapat bebas berekspresi, melakukan berbagai hal baru, termasuk strategi tim dan
prospek Chelsea di masa depan.
Terbukti dengan keberadaannya kini
bersama Frank Lampard dkk. Dapat mendongkrat semangat juang pasukan biru
sekaligus mengembalikan mental juara tim yang telah lama hilang.
MASALAH MATA & PANASNYA PERSAINGAN
LINI TENGAH CHELSEA
Namun bukan Special One namanya kalo
tidak membuat sensasi, salah satu contoh adalah penjualan Juan Mata ke tim
rival Manchester United yang berhasil memicu perdebatan antar kalangan.
Kemudian masyarakat berceloteh, sambil melempar pertanyaan konyol, Masih
waraskah Mourinho ??
Jawabannya tentu saja masih. Menurut
saya ini merupakan mind games ala Mourinho yang terkenal itu, jika saja
Ferguson masih melatih MU saat ini, saya meyakini bahwa Mourinho akan berpikir
seribu kali untuk menjual Mata ke MU, sebagai seorang manager yang hebat,
Mourinho tahu kapan waktu yang tepat mengelabui musuh dan kapan waktu yang
tepat untuk menyerang.
Kini nasib MU ada ditangan Moyes yang
nampaknya musim ini kurang bersahabat dengan keduanya, bukan berarti saya
merendahkan Moyes, namun sepertinya Moyes perlu waktu yang agak lama untuk
mengembalikan kejayaan MU seperti yang telah dilakukan Sir Alex Ferguson dimasa
jayanya dulu, ditambah lagi Moyes direkrut dari tim medioker Everton yang
setiap musim, maaf, syukur-syukur duduk
di Zona Europe League.
Dengan demikian dari segi pengalaman
dan pennghargaan Moyes masih jauh dari Mourinho yang sudah mempersembahkan
banyak tropi disetiap klub yang pernah ia latih di 4 negara berbeda, Portugal,
Inggris, Itali dan Spanyol.
Mourinho tahu MU kini tampil tak
sebagus dulu seperti eranya Dinasti Ferguson, maka dari itu Mourinho berani
menjual Mata kepada Moyes dengan harga yang cukup fantastis 37,1 Juta Pounds,
alih-alih sebagai umpan demi mendatangkan Wayne Rooney musim panas mendatang.
Selain itu Mourinho juga dikenal
sebagai pelatih yang jenius dan mampu mengembangkan potensi pemain yang
dimiliki, lihat saja bagaimana ia memperlakukan Drogba dan Lampard ketika ia
baru datang ke Chelsea tahun 2004, mereka berdua bertransformasi menjadi
pasangan duet mematikan, baik di liga inggris maupun dikancah eropa.
Zlatan Ibrahimovic, Eto’o dan Sneidjer
di Inter Milan, sang peraih Ballon D’or tahun ini Christiano Ronaldo pun tak
luput dari pelukan hangatnya yang kini menjadikan Ronaldo menjadi sosok yang
lebih dewasa dan kuat.
Kini di Chelsea dia punya anak baru
bernama Hazard dan Oscar, keduanya sangat spesial di mata spesial one. Mungkin bisa
jadi Mata hijrah ke MU karena cemburu akan perbedaan perilaku Mourinho terhadap
mereka. Mungkin.
Sah sah saja bila setiap pelatih
memiliki anak emas disetiap klub, selama
itu tak merugikan semua pihak, kasus Juan Mata menurut saya bukan terletak pada
“pilih kasih” Mourinho kepada Oscar dan Hazard, melainkan kemampuan Mata untuk
menyesuaikan diri dengan karakter permainan Mourinho.
Bila di musim-musim sebelumnya Chelsea
selalu menjadikan Mata sebagai poros permainan, kini di era Mourinho tugas
tersebut terletak pada Oscar , setelah itu Hazard, setelah itu Lampard atau
Ramires.
Perbedaan karakter inilah yang membuat
mata frustasi dan cukup kesulitan menerjemahkan kemauan Mourinho. Belum lagi
dengan melubernya stok pemain di lini tengah The Blues yang sejauh ini Chelsea
sudah meminjamkan 22 pemainnya ke klub lain. jumlah yang cukup untuk membangun
sebuah klub baru.
Kedatangan Willian, Schurrle, Van
Ginkel dan kembalinya Kevin De Bruyne dari tempat perasingan membuat Mata
sedikit tertekan dengan kondisi ini, karena memang pemain-pemain ini datang
dengan membawa skill dan kualitas yang hampir sama hebatnya dengan gelandang
modern saat ini.
Lincah, Berani, Enerjik dan Cerdik,
merupakan kriteria gelandang yang diinginkan Mourinho saat ini, Mata sebenarnya
masuk dalam empat kriteria itu, namun sialnya semua gelandang serang chelsea
saat ini mampu menjawab tantangan mourinho itu dengan cepat, yang membuat
Mourinho cukup kebingungan menentukan starting line up Chelsea.
Praktis kini tiada lagi istilah Mazacar
yang sempat booming tahun lalu yang berarti Mata Hazard Oscar. Pemain lain
seperti Willian dan Schurrle masih tampil inkonsisten musim ini. jadi belum ada
duet serasi di lini tengan chelsea kecuali Hazard dan Oscar yang memang
ditugaskan sebagai ruh permainan dan serangan The Blues.
Bila dilihat dari statistik di lantai
bursa transfer semenjak kedatangan keduanya bersama Chelsea. terlihat jelas
Mourinho sudah tak sabar ingin segera merubah Chelsea sesuai dengan bentuk yang
ia inginkan, dalam kata lain Evolusi Chelsea.
Banyak pemain keluar, namun ada pula
pemain masuk . pemain seperti Juan Mata, Kevin De Bruyne, Michael Essien kini
telah berganti kostum yang kini perannya digantikan oleh Nemanja Matic dan
Muhammad Salah.
CHELSEA BUTUH STRIKER
Kini yang menjadi bahan perbincangan
lain adalah kosongnya nomor 10 di Chelsea, selepas peninggalan Juan Mata. Nomer
ini masih belum tersentuh pemain lain. M.Salah yang digadang-gadang akan
mengenakan jersey nomer 10 nyatanya lebih memilih nomor punggung 15 peninggalan
Kevin De Bruyne.
Begitupun Eden Hazard yang masih
berbalut seragam bernomor punggung 17. Tak pelak rumor pun bermunculan, nama
pemain seperti Wayne Rooney, Diego Costa, Falcao, Ibrahimovic sampai dengan
Balotelli, di isukan masuk dalam daftar buruan The Blues untuk mengisi
kekosongan nomor peninggalan Juan Mata yakni nomer 10.
Jika
rumor itu muncul, saya rasa wajar karena Mourinho sendiri akhir-akhir
ini sering mengeluh tentang produktivitas gol para strikernya yang belum
menunjukan progres memuaskan. Torres, Eto’o dan Ba sejauh ini masih kalah
produktivitas golnya dengan para gelandang chelsea seperti Eden Hazard yang
sejauh ini telah mengemas 9 gol dan duduk diposisi teratas daftar pencetak gol
terbanyak Chelsea musim ini, statistik yang mencengangkan bukan ! ditengah
kemewahan lini tengah, chelsea masih bermasalah di lini depan !
Wajar bila Mourinho iri pada Manchester
City yang memiliki striker-striker hebat macam Edin Dzeko, Negredo dan Aguero
yang bermain layaknya seorang predator bagi pertahanan lawan.
Bahkan Mourinho juga pernah menyindir
penampilan para strikernya dengan memuji performa Luis Suarez yang akhir-akhir
ini yang sedang hot. “Jika Suarez bermain bersama kami, maka kami akan duduk
disinggasana dengan tenang”.
Bila demikian, maka perombakan dilini
depan amat mungkin terjadi, entah menjelang deadline akhir musim dingin ini,
atau nanti setelah gelaran piala dunia telah usai, patut disimak.
KEINGINAN YANG SAMA ANTARA CHELSEA,
MOURINHO & ABRAMOVIC
Setiap pelatih memiliki tujuan dan
target pencapaian masing-masing, disini bersama Chelsea, Mourinho ingin merubah
segalanya, mulai dari kebiasaan membeli pemain mahal, prestasi instan,
kebiasaan memecat manajer disisa musim dan acuh terhadap kualitas pemain muda
potensial. Kebiasaan buruk itulah yang ingin Mourinho saat ini. Kabar bagusnya
hal itu didukung oleh Roman Abramovic di empunya klub yang memiliki tujuan
serupa dengan Mourinho.
Progres Chelsea dimasa depan jauh lebih
penting dari segalanya begitulah kutipan Mourinho setelah menjual Mata ke
MU.
Atas dasar kepentingan bersama, kini
Mourinho mencoba membangun kembali Chelsea sesuai dengan pengalaman yang ia
miliki, ia coba menyatukan permainan sepakbola modern dengan kultur sepakbola
inggris yang identik dengan kick and rush dan kontak fisik khas ala pemain
rugby.
Chelsea kini sedang dalam masa
transisi, transisi untuk menjadi tim yang lebih kuat dan mapan dengan neraca
keuangan yang selalu menunjukan profit memuaskan disetiap tahunnya, transisi
menjadi tim yang lebih baik.
Dengan adanya Mourinho kini proses
transisi Chelsea akan jauh lebih mudah, buah cinta mereka yang terjalin sekian
lama pada akhirnya nanti akan mencapai klimaks. Klimaks itulah yang nantinya
dinamakan Evolusi Chelsea Ala Mourinho .