Gak apa-apa di bantai juga, kan beda kelas bro ! Hhe ... jawaban yang unik dari mayoritas suporter Timnas yang kemaren nonton laga uji coba timnas lawan Arsenal, Liverpool dan Chelsea.
Tapi tak apa
lah, segitu juga Indonesia udah ada kemajuan berani ngundang tim elit Eropa
untuk datang kesini.
Ya setidaknya untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan
tentang dunia sepakbola. Itung-itung bantu masa recovery Timnas yang kemaren
sempat kisruh gara-gara dualisme liga dan kepemimpinan.
Ngomongin soal
Timnas, menurut ane skuad yang ada sekarang sebenernya udah keren, mungkin
minimnya waktu untuk beradaptasi dan masih terkendalanya sistem bongkar pasang
pemain, buat permainan Timnas jadi agak berantakan. Moga aja kedepannya permainan
Timnas Indonesia bisa jauh lebih baik.
Untuk urusan
liga lokal, kemaren Persipura udah resmi jadi kampiun LSI 13 . Congrat deh buat
mutiara hitam, sekarang tinggal nunggu Runner Up nya aja yang sekarang masih
diperebutkan Arema Indonesia, Persib Bandung dan Sriwijaya FC.
Ketiga tim ini
masih potensial untuk menjadi Runner Up karena masih ada beberapa pertandingan
sisa ke depan, yang tentu saja sangat menentukan bagi ketiga tim ini.
Kita liat aja
nanti siapa yang bakal jadi Runner Up, sekaligus menemani Persipura bermain di
Champions Asia.
Oh iya selain
Timnas dan Liga, kinerja wasit sama anarkisme supporter lagi marak-maraknya
dibahas. Banyak wasit dalam negri yang masih pertanyakan kredibilitasnya !!
terbukti sederet hasil kontroversial mengiringi perjalanan ISL musim ini, dan
tentu saja ini menimbulkan wacana untuk mendatangkan wasit luar yang lebih
berpengalaman dalam hal ini.
Ada ada aja ya
!! hhe J kayaknya wacana diatas seru tuh kalo di
tayangin di TV di acara debat ILC yang host nya bung Karni Ilyas, biar
masyarakat juga tau solusi dan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.
Terus lagi
masalah penonton. Kan udah dihimbau kepada seluruh penonton yang datang ke
stadion supaya Jangan rusuh, Jangan Nyalain Flare, Jangan merusak suasana di
dalam stadion ... eehh masih tetep aja ada yang ngeyel.
Kalo udah begini
kan siapa yang rugi !! Klub otomatis rugi duit bayar denda . Penonton juga rugi
karena pertandingan selanjutnya gak boleh nonton di stadion karena dapat sanksi
dari komdis.
Yang paling
miris adalah tragedi penyerangan bus Persib yang terjadi kemaren oleh oknum
yang tidak bertanggung jawab, akhirnya kita-kita juga yang rugi. Niatnya pengen
nonton El Classico Indonesia , eh malah disuguhin berita kriminal kaya gitu.
MEMALUKAN.
Sudah seharusnya
para suporter di tanah air bersikap dewasa dalam hal ini, karena sebenarnya
penonton juga ikut berperan dalam kemajuan sepakbola indonesia, coba contoh
para supporter di Liga Inggris yang mayoritas udah insaf dari Hooligan yang
brutal menjadi suporter yang sportif dan respect.
Potret itu akan
lebih indah jika terjadi di Indonesia, betapa senangnya hati ini jika melihat
suporter tanah air bisa saling merangkul satu sama lain tanpa
membedakan-bedakan agama, ras dan budaya (RESPECT). Moga aja ini bisa menjadi kenyataan
dimasa depan.
Karena memang
Indonesia yang sesungguhnya, bukanlah negara yang handal menciptakan
permusuhan, tapi negara yang handal menciptakan perdamaian, yang orangnya
ramah-ramah dan saling menjunjung tinggi arti Bhineka Tunggal Ika.
MAJU TERUS
SEPAKBOLA INDONESIA !! SALAM DAMAI UNTUK KITA SEMUA



Tidak ada komentar:
Posting Komentar